Langit masih biru,
Sejak pertama kali diciptakan sampai sekarang.
Embunpun masih bening dan sejuk,
Setiap kali hadir didedaunan yang selalu merindunya tanpa henti.
Hari berganti waktupun berlalu,
Tak mau memahami.
Namamupun rupanya tak mau kalah, masih tetap tersimpan dihati ini sejak waktu mempertemukan.
Kisah yg telah kau berikan padaku,
Kini ku bingkai indah.
Tak mau kuhapus walau dengan kehadiran pangeran lain.
Akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan,
Mulutku bertasbih pada Tuhan Semesta Alam
Isyarat Cinta kepada-Nya dan kepadamu.
Sejak pertama kali diciptakan sampai sekarang.
Embunpun masih bening dan sejuk,
Setiap kali hadir didedaunan yang selalu merindunya tanpa henti.
Hari berganti waktupun berlalu,
Tak mau memahami.
Namamupun rupanya tak mau kalah, masih tetap tersimpan dihati ini sejak waktu mempertemukan.
Kisah yg telah kau berikan padaku,
Kini ku bingkai indah.
Tak mau kuhapus walau dengan kehadiran pangeran lain.
Akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan,
Mulutku bertasbih pada Tuhan Semesta Alam
Isyarat Cinta kepada-Nya dan kepadamu.
Wow keren..
BalasHapus.
Puisi yang bagus..